Pages Navigation Menu

Indonesian Online Blog

Tes Untuk Mengetahui Kecanduan Rokok

Jakarta, Salah satu zat kimia dalam rokok yang bisa membuat orang ketagihan atau adiksi adalah nikotin. Untuk mengetahui kadar ketergantungan terhadap nikotin bisa dilakukan melalui tes ini.

Nikotin dalam rokok memberikan efek euforia bagi perokok. Kondisi ini terjadi karena adanya hasil perubahan kimia dalam otak yang terjadi sejak 7 detik dari kepulan pertama asap rokok. Nikotin ini nantinya akan menempel pada reseptor di otak yang berfungsi mengatur pernapasan dan detak jantung.

“Nikotin akan terserap dalam darah dan diteruskan ke otak hingga menempel di reseptor alfa4beta2 yang menerima nikotin,” ujar Dr Aulia Sani, SpJP(K), FJCC, FIHA, FAsCC dalam acara temu media Kalahkan Adiksi Nikotin Bersama Klinik berhenti Merokok di Sahid Sahirman Memorial Hospital, Rabu (13-7/2011).

Dr Aulia menuturkan kondisi ini akan melepaskan hormon dopamin yang menyebabkan rasa enak, nikmat dan nyaman. Ketika dopamin tersebut berkurang maka rasa nyaman akan hilang dan munculah keinginan untuk kembali merokok. Hal ini yang menyebabkab ketagihan atau craving yang makin lama jumlah nikotin yang dibutuhkan semakin besar.

“Perokok reguler akan memicu peningkatan jumlah reseptor alfa4beta2 sebanyak 300 persen, sehingga nantinya sensitifitas dari reseptor nikotin ini akan meningkat,” ujar dokter yang berpraktek di Sahid Sahirman Memorial Hospital.

Untuk mengetahui seberapa besar ketergantungan seseorang terhadap nikotin bisa diketahui dengan tes berikut:
1. Berapa lama setelah bangun tidur Anda merokok?
Dalam waktu 5 menit (poin 3)
Dalam waktu 6-30 menit (poin 2)
Dalam waktu 30-60 menit (poin 1)
Dalam waktu lebih dari 60 menit (poin 0)

2. Apakah Anda mengalami kesulitan untuk menahan diri dari merokok di tempat-tempat yang dilarang?
Ya (poin 1)
Tidak (poin 0)

3. Kapan waktu merokok yang paling sulit ditinggalkan?
Pada pagi hari (poin 1)
Pada waktu lain (poin 0)

4. Berapa jumlah batang rokok yang dihisap setiap hari?
10 batang atau kurang (poin 0)
11-20 batang (poin 1)
21-30 batang (poin 2)
31 atau lebih (poin 3)

5. Apakah Anda lebih banyak merokok setelah bangun tidur atau di waktu yang lain?
Ya (poin 1)
Tidak (poin 0)

6. Apakah Anda tetap merokok disaat tubuh sedang sakit atau bed rest?
Ya (poin 1)
Tidak (poin 0)

Nilai yang didapatkan mengindikasikan:
0-2 ketergantungannya sangat rendah
3-4 ketergantungannya rendah
5 ketergantungannya sedang
6-7 ketergantungannya tinggi
8-10 ketergantungannya sangat tinggi

Jika ketergantungan terhadap nikotinnya tinggi maka menunjukkan banyaknya jumlah nikotin yang diinginkan oleh tubuh agar bisa menimbulkan rasa nyaman dan nikmat. Sehingga nantinya semakin banyak jumlah rokok yang dibutuhkan agar bisa merasa nyaman dan nikmat.

“Semua jenis rokok sama bahayanya, kalau rokok tradisional hanya butuh satu batang agar kebutuhannya terpenuhi, maka rokok mild butuh lebih dari 3 batang untuk memenuhi kebutuhan nikotinnya. Jadi buat perokok tidak ada untungnya, justru perusahaan rokok yang untungnya lebih banyak,” ujar dokter yang pernah menjabat sebagai Direktur RS Jantung Harapan Kita ini.

detikhealth.com
4.5 / 5 stars