Pages Navigation Menu

Indonesian Online Blog

Sejarah Bangsa Romawi Kuno

Dari sebuah suku kecil petani, yang disebut suku Latini, tumbuhlah sebuah imperium besar yang terbentang dari Inggris sampai ke wilayah Arab, dari Afrika Utara sapai ke perbatasan Rusia. Bangsa penutur bahasa Latin ini mengambil alih kota Roma dari raja-raja Etruskan mereka pada tahun 509 SM. Bangsa Romawi menyebarkan cara hidup mereka, hukum mereka, dan bahasa mereka ke seluruh Italia dan lalu ke seluruh wilayah Laut Tengah serta ke sebagian besar Eropa.

Kehidupan Sehari-hari
Kemanapun bangsa Romawi pergi, sebagai penakluk, mereka menetapkan cara hidup mereka. Meskipun banyak kebiasaan lokal yang tetap bertahan, orang bisa saja berbicara tentang “Kehidupan sehari-hari di Romawi di seluruh imperium. Para ahli arkeologi seringkali menemukan jenis-jenis bukti yang sama, apakah itu berupa bangunan atau berupa barang-barang yang dipakai orang di seluruh dunia Romawi.

Di banyak kota dan kota besar banyak orang tinggal di blok-blok rumah petak atau apartemen diatas toko atau pabrik kecil. Mereka yang cukup kaya tinggal di rumah pribadi yang dilengkapi dengan kamar-kamar para budak dan kebun yang terpisah. Kosakata Inggris family diambil dari bahasa Latin familia, yang berarti sebuah rumah tangga yang terdiri atas orang tua, anak-anak, sanak saudara yang lain, beserta budak atau pembantu.

Sebuah rumah di kota besar mungkin mempunyai 2 kamar makan agar sepanjang tahun mendapat penerangan cahaya pada waktu-waktu yang berbeda. Bangsa Romaqi menyukai makanan yang berbumbu banyak, sedangkan makanan pokok setiap hari (yang disantap pada sekitar jam 4 sore) biasanya terdiri atas 3 hidangan. Banyak orang, khususnya yang tinggal di rumah peta, keluar rumah membeli makanan bungkus dari warung makan hangat. Disana terdapat banyak toko yang menjual baju dan perhiasan. Pria dan wanita sama-sama mengenakan bros dan cincin.

Perencanaan Kota
Kota-kota Romawi biasanya terencana baik dengan jalan-jalan yang lurus membelah kota menjadi blok-blok yang teratur, nyaris mirip kota-kota modern Amerika. Sepetak rumah dinamakan insula, dari bahasa Latin yang berarti “pulau”. Sidalam kota orang Romawi berharap dapat melihat gedung-gedung hiburan dan pemerintahan lokal.

Air dan Limbah
Bangsa Romawi suka menggunakan sediaan air biasa dan suatu sistem limbah buangan yang efisien. Pipa-pipa air dibuat dari timbel, kayu, atau gerabah mengalirkan sediaan air dari akuaduk ke rumah-rumah, ke perusahaan-perusahaan, serta ke air mancur dan kolam-kolam umum di jalan-jalan. Air juga diperlukan untuk tempat mandi umum.

Kesukaan dan Permainan
Bangsa Romawi suka hiburan, maka kota mereka biasanya dilengkapi dengan sebuah teater, sebuah stadion (untuk lomba kereta charlot) dan bahkan sebuah amfiteater. Salah satu acaranya adalah olahraga kejam tempat orang-orang yang telah dilatih, yang disebut Gladiator, berkelahi sampai mati dalam satu pertarungan. Kadang-kadang hewan, atau bahkan manusia, diburu di arena itu. Pada waktu yang lain disiksa, misalnya umat Kristen, “dilemparkan” ke depan hewan-hewan buas. Sangat besar sekali jumlah orang yang mentonton di berbagai jenis hiburan. Amfiteater di Pompeli bahkan memiliki daya tampung hingga 20.000 penonton.

Tentara Romawi
Mula-mula tentara Romawi membentuk tentara dan angkatan laut hanya kalau diperlukan untuk berperang. Kemudian dibentuklah satuan tentara profesional, yaitu orang-orang yang direkrut dan digaji sebagai prajurit sepanjang waktu. Prajurit-prajurit itu dibagi ke dalam unit-unit yang disebut legiun. Setiap legiun, berjumlah sekitar 5.000 orang, yang diberi nama dan nomor. Orang-orang tersebut dilatih dan bertempur dalam kelompok 80 orang dengan seorang senturion sebagai penanggung jawab. Prajurit legiun itu bersenjata lengkap dan bertempur dengan berjalan kaki. Unit prajurit lain bertempur dengan naik kuda. Sebagian dilatih menggunakan senjata artileri seperti ketapel. Sebagian lagi adalah insinyur.

Provinsi
Tentara membantu mendirikan dunia Romawi dengan menaklukkan bangsa-bangsa, mendirikan benteng dan jalan, serta menjaga agar daerah pedesaan aman dari serangan. Perbatasan dunia Romawi didirikan, kadang-kadang sampai menggunakan sungai, gunung, atau laut sebagai penghalang. Di banyak tempat, bangsa Romawi harus mendirikan penghalang. Misalnya, pertahanan utara mereka yang terbentang dari sungai Rhein sampai sungai Donau. Di dalam perbatasan itulah bangsa Romawi membentuk provinsi.

Perkotaan dan Pedesaan
Di banyak provinsi, Bangsa Romawi mendorong rakyat yang baru ditaklukkannya agar hidup seperti orang Romawi. Banyak warga wilayahbaru ini, untuk pertama kali, melihat kota-kota yang diatur dengan bagus. Warga negara Romawi baru segera berkeinginan hidup dalam rumah-rumah “bergaya Romawi”, dengan mosaik dan pemanasan bawah lantai. Mereka juga mengharapkan pelayanan dari pemerintah setempat, tempat-tempat hiburan, dan air yang melimpah untuk mandi dan pancuran.
Daerah pedesaan seringkali berubah juga. Pemerintah pusat di Roma menginginkan agar petani dapat mengerjakan sebanyak mungkin lahan. Rumah-rumah pertanian dan tanahr pertanian baru bermunculan. Bangsa Romawi menamakan ini vila. Pemilik vila juga mengharapkan kenyamanan gaya Romawi di tanah pertanian mereka seperti pemanasan bawah lantai, lantai mosaik, dan tempat mandi pribadi.

Bangsa Romawi memperkenalkan agama mereka ke propinsi-propinsi itu dan mendirikan kuil-kuil untuk dewa dan dewi, misalnya Yupiter, Minerva, dan Juno. Namun, seringkali penduduk di provinsi-provinsi itu juga memuja dewa-dewa lama mereka sendiri. Dewa dan dewi bangsa Kelt masih dipuja di Inggris dan di Gaul zaman Romawi.

Republik
Ketika bangsa Latin mengusir raja-raja Etruskan, mereka membentuk sebuah negara yang disebut Republik. Beberapa orang (orang yang memiliki kekayaan) diizinkan memberikan suara untuk politisi guna membentuk pemerintahan. Pusat pemerintahannya terdiri atas 2 orang yang disebut konsul. Setiap tahun salah satu dipilih untuk memimpin pemerintahan, sedangkan yang satu lagi memimpin tentara. Mereka juga berfungsi sebagai hakim-hakim kepala. Sejenis parlemen yang disebut senat memperbincangkan cara negara itu diperintah dan membuat undang-undang baru. Sejumlah orang lain dipilih sebagai pejabat untuk menjalankan roda pemerintahan seperti keuangan dan pelayanan umum.

Imperium
Pada abad II SM para politisi mulai saling berebut kekuasaan sehingga pada abad berikutnya pecah perang saudara, Julius Caesar yang baru saja menaklukkan provinsi-provinsi baru di Gaul (kini Prancis) dan Jerman, bertempur dalam perang saudara melawan politisi saingannya, Pompey. Akhirnya, Caesar menang dan mengangkat dirinya menjadi diktator. Dia dibunuh sehingga pecah perang saudara yang lain. Pemenangnya kali ini adalah Octavianus, yang pada tahun 27 SM mengangkat dirinya sebagai kaisar dengan nama Augustus. Ini adalah awal periode dalam sejarah Romawi yang disebut Imperium.

Meskipun warga masih memiliki hak suara untuk memilih para pemimpin mereka, hal itu tidak lagi mencerminkan demokrasi yang sebenarnya. Kaisar memutuskan siapa yang haru memerintah dan menyerahkan tugas kepada orang-orang kepercayaannya. Keluarga kaisar kini menjadi keluarga “kerajaan”. Jika kaisar meninggal (kadang-kadang karena dibunuh), ahli warisnya mengambil alih, kecuali kalau tentara menginginkan orang lain menggantikannya.

Beberapa kaisar adalah penguasa yang baik yang berjuang dengan keras untuk melindungi imperiumnya (misalnya Hadrian). Yang lain kejam atau hanya memikirkan diri dan kekayaan mereka sendiri ketimbang kepentingan rakyat Romawi. Dibawah para kaisar, Romawi secara bertahap menaklukkan lebih banyak bagian dunia yang telah dikenal, seperti terlihat dalam peta.

Oxford Ensiklopedi Pelajar jilid 6
4.5 / 5 stars      



One Comment

  1. Michael jordan is the greatest basketball player,there is no one can follow him back.

    _________________
    jordan



Leave a Comment


Name

Mail (will not be published)

Website (may be blank)

Your message...