Pages Navigation Menu

Indonesian Online Blog

Mengapa Masyarakat Dukung KPK?

Akhir-akhir ini, berbagai media di Indonesia dipenuhi berita perseteruan antara polisi dan KPK. Novel Baswedan, salah seorang penyidik KPK ini akan ditangkap setelah diduga terkait dengan kasus pembunuhan 8 tahun yang lalu. Kasus pembunuhan ini pun mencuat belakangan ini, setelah Polri mengusut kembali kasus tersebut. Menurut ketua KPK, Abraham Samad, Novel merupakan penyidik utama kasus pengadaan simulator SIM [1]. Beliau menambahkan, sejak kasus dugaan korupsi pengadaan simulator SIM di Korlantas Polri yang melibatkan Inspektur Jenderal Djojo Susilo, banyak penyidik KPK yang mendapatkan teror [1].

Lantas tidak heran bila masyarakat berasumsi negatif kepada Polri. Sangat menganehkan, Polri mengusut kembali kasus 8 tahun lalu, dengan tersangka yang juga sedang melakukan penyelidikan kasus di Polri itu sendiri. Cobalah kita berpikir, waktu 8 tahun sudah terlalu lama untuk membuka kembali sebuah kasus. Polri tentu mengurusi sangat banyak kasus, hingga mungkin akan tidak sempat mengusut tuntas semua kasus yang ada. Secara logika, kalaupun ada kasus lama yang diusut kembali, kasus tersebut harusnya adalah kasus besar dengan prioritas yang tinggi. Namun, mengapa Polri kemudian mengusut kembali kasus Novel? Apakah itu juga termasuk kasus besar?

Menurut Polri, Novel terkait kasus dugaan pembunuhan pada 2004 pada seorang pencuri sarang burung walet [4] [5]. Apakah pembunuhan pencuri sarang burung walet ini kasus dengan prioritas yang tinggi? Saya rasa tidak. Apalagi, Dedi, Direktur Kriminal Umum Polda Bengkulu mengatakan,¬†“Kasus ini merupakan kasus biasa. Saat itu Novel berpangkat Iptu dan ternyata yang bersangkutan saat ini bertugas di KPK dan berpangkat Kompol,” [4].

Belum lagi ketika kita mendengar cerita para penyelidik KPK yang kerap diteror polisi. Mengutip laporan Majalah Tempo edisi Senin 8 Oktober 2012, teror sesungguhnya tak cuma menimpa Novel [6]. Seorang penyidik perkara suap Bupati Buol Amran Batalipu juga terancam dikriminalisasi. Dalam operasi meringkus Amran, penyidik itu berbekal surat resmi KPK meminjam peralatan dari Brimob setempat. Kini peminjaman alat-alat itu dipersoalkan. Polisi menyebut peminjaman itu ilegal.

KPK is against corruption, and the police is against KPK. Please make your own conclusion. (@arievrahman)

Pada Jumat (06/10/2012) malam lalu, kantor KPK dikepung oleh banyak polisi. Berdasarkan keterangan, jumlah polisi yang dikerahkan mencapai 200 orang [2]. Apakah Novel seorang teroris yang untuk menangkapnya saja dibutuhkan polisi sebanyak itu? Citra Polri di mata masyarakat pun semakin meredup. Dukungan untuk KPK terus menerus berdatangan dari berbagai kalangan masyarakat, termasuk mahasiswa. Berbagai aksi massa digelar dalam menggalang dukungan untuk KPK. Media sosial juga tidak tinggal diam, gerakan #SaveKPK pun merebak.

Dalam hal ini, tentu akan tidak bijak jika kita hanya selalu menyudutkan Polri. Bagaimanapun, Polri dan KPK itu memiliki tujuan yang sama-sama mulia, membersihkan indonesia dari kejahatan, pencurian, korupsi, suap, dan perilaku menyimpang lainnya. Semoga, konflik yang terjadi ini bisa segera berakhir, sehingga keduanya bisa kembali menjalankan tugas mulianya dengan maksimal.

Lalu, mengapa masyarakat lebih cenderung mendukung KPK?

Mungkin, ini adalah efek dari keresahan masyarakat yang tak kunjung usai tentang korupsi.

Mungkin, rakyat sudah tidak percaya lagi kepada presiden, kepada pemerintah, kepada DPR, dalam melawan korupsi.

Mungkin, masyarakat sangat ingin kembali mendengar berita yang membawa angin segar dari KPK, yang sudah jarang dirasakan di tengah buruknya kondisi negeri ini.

Mungkinkah seperti itu?

——————————————————-

Oleh @ahmadjakfar, 08/10/2012

Referensi:

  1. http://nasional.news.viva.co.id/news/read/357131-ketua-kpk–kompol-novel-penyidik-utama-kasus-simulator-sim (08/10/2012)
  2. http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/12/10/06/mbfpcc-polisi-yang-kepung-kpk-berjumlah-dua-kompi (08/10/2012)
  3. http://nasional.news.viva.co.id/news/read/357158-menko-polkam—pengepungan–kpk–tanya-polri (08/10/2012)
  4. (08/10/2012)
  5. http://nasional.news.viva.co.id/news/read/357500-video–keluarga-novel-baswedan-datangi-kontras (08/10/2012)
  6. http://www.tempo.co/read/news/2012/10/08/063434288/Cerita-Para-Penyidik-yang-Diteror-Polisi (08/10/2012)