Pages Navigation Menu

Indonesian Online Blog

Hati hati dengan Facebook dalam Mencari Kerja

Dalam era informasi seperti saat ini, keberadaan internet, serta jejaring sosial yang berbasiskan internet juga sedang mengalami popularitas yang sangat signifikan. Tercatat jutaan orang telah menjadi pemakai setia situs jejaring sosial yang ada di dunia maya, seperti facebook, twitter, plurk dan lain-lain. Dari semua situs jejaring sosial yang ada, facebook adalah yang paling populer. Facebook mendominasi situs jejaring sosial setelah bisa menggeserkan kompetitornya sebelumnya, friendster. Namun apakah facebook selalu menguntungkan? Bisa saja tidak!

ya, sebuah survey menunjukkan bahwa hampir separuh perusahaan menolak calon karyawan mereka akibat facebook. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Seperti kita ketahui, informasi-informasi tentang diri kita bisa perusahaan dapatkan dari facebook. Maka bukanklah suatu hal yang menyulitkan bagi perusahaan untuk memeriksa Facebook anda. Satu dari 10 pelamar kerja ternyata ditolak karena ketahuan telah mem-posting sesuatu tentang minum-minuman keras dan obat-obatan terlarang. Kemudian, 13% karena membuat komentar rasis, dan 9% lainnya ditinjau ulang karena kedapatan menempatkan foto cabul di halaman situs jejaring sosial tersebut.
Perusahaan-perusahaan itu mulai mengecek jeroan Facebook sang pelamar untuk membandingkannya dengan resume curriculum vitae (CV) yang dikirimkan. Bahkan, seperti dikutip detikINET dari Telegraph, Rabu (13/1/2010), empat dari perusahaan telah membuang lamaran yang masuk setelah melihat Facebook sang pelamar.

Gambaran tentang dampak Facebook ini didapat dari hasil survei Career Builder terhadap 450 karyawan perusahaan. Farhan Yasin, presiden Career Builder mengatakan, situs seperti Facebook bisa menjadi bom waktu.

“Banyak yang memakai situs jejaring untuk menguak hal “kotor” di dunia maya. Maka, bersihkan konten “kotor” anda sebelum mencari pekerjaan. Hapus semua konten foto dan link yang bisa menjadi batu sandungan dalam mencari pekerjaan,” imbau Yasin soal hasil survei tersebut.

Salah satu perusahaan bernama Big Brother mengakui kesalahan terbesar yang dibuat oleh pencari kerja ialah tak bisa menjaga perilakunya di Facebook. Meski telah memoles sebaik-baiknya CV mereka, namun percuma saja kalau masih memiliki catatan online yang kurang baik dan bisa dilihat semua orang

Jadi mulai sekarang, berhati-hatilah dengan facebook dalam mencari kerja! 😀